Aquaponic

Berbagai Tips hidroponik dan metode bercocok tanam hidroponik

hidropedia-Hidroponik sedang tren saat ini. Padahal, metode atau Tips hidroponik ini merupakan alternatif rekomendasi pertanian, terutama bagi mereka yang kesulitan mencari lahan pertanian atau memiliki lahan terbatas.

Tips dan metode bercocok tanam hidroponik

Tips hidroponik dan metode bercocok tanam hidroponik, adalah metode menanam tanaman tanpa menggunakan media tanam di tanah. Hidroponik secara harfiah berarti bercocok tanam di air yang mengandung berbagai nutrisi.

Jumlah air yang dibutuhkan untuk hidroponik lebih sedikit daripada jumlah air yang dibutuhkan untuk budidaya menggunakan tanah.

Hidroponik kini pesat sekali perkembangannya Sejak didirikan oleh DR. WF. Gericke dari Universitas California, AS.

Metode bertani tanpa lahan ini terbatas pada apa yang banyak dikejar untuk tujuan komersial atau sebagai hobi.

kini hidroponik mencakup beberapa sistem, dari tingkat kesulitan yang paling tinggi hinggs tingkat krsulitan yang paling rendah.

Penggunaan hidroponik akan mempercepat panen. Namun, perhatian juga harus diberikan pada aspek lain. Yaitu, ketepatan di mana nutrisi disuplai, intensitas cahaya, dan suhu di mana tanaman tumbuh.

Apa yang perlu disadari oleh pemula adalah air nutrisi yang benar-benar dapat diserap sepenuhnya. Menurut Kementerian Pertanian, situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia Cybertex Agriculture, jenis dan metode hidroponik untuk pemula adalah sebagai berikut.

  1. NFT (Feed Film Technology)

Ini adalah metode dan Tips hidroponik yang paling umum digunakan oleh banyak orang ketika menerapkan hidroponik. Disamping penerapannya mudah, metode ini sangat praktis dan sangat menghemat waktu ketika perwatan. Terutama bagi anda yang sibuk dalam bekerja ini bisa menjadi alternative untuk bercocok tanam model baru.

BACA JUGA :   jenis Tanaman aquaponik Yang dapat mempercantik rumah

Berikut cara dan bahan membuat metode NFT ( feed film technology)

  • pipa paralon atau talang air dan peralatan pompa.
  • Bor lubang di sepanjang tabung.
  • Pastikan jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya sama.
  • Tempatkan pipa atau talang yang sudah disiapkan sebagai tempat menanam tanaman.
  • Tempatkan penangkap di bagian bawah tabung.
  • Pasang pompa yang mensirkulasi air umpan untuk aliran maksimum.
  • Metode dasarnya adalah dengan mentransplantasikan akar tanaman, menumbuhkannya jauh di dalam lapisan nutrisi, dan menjaga sirkulasi agar tanaman tetap memiliki nutrisi, oksigen, dan air yang cukup.
  1. Sistem wick

hidroponik jenis ini kurang dikenal dibandingkan dengan kelas pertama. Metode atau Tips hidroponik ini lebih disukai karena mudah dibuat, bahan mudah didapat, murah, dan barang bekas tersedia.

Alat yang disiapkan :

  • Sebotol air mineral
  • Alat pemotong
  • Inti pembakar atau kain flanel
  • Bisa untuk alat bor lubang, besi atau paku las.
  • Cara Membuat Nutrient Water : Potong 2 botol bekas menjadi beberapa bagian. Buat lubang di tutup botol. Kumpulkan setengah dari botol. Rahasianya adalah membalikkan nosel botol. Tempatkan sumbu kompor atau kain flanel di atas lubang di tutup botol dan periksa apakah sumbu atau kain dapat menyerap nutrisi. Tanam benih tanaman dalam toples dengan banyak tanah. Letakkan air nutrisi di bagian bawah botol

3. sistem DFT

DFT atau Deep Flow Technique merupakan salah  satu sistem tanam dalam hidroponik yang menggunakan genangan pada instalasi & menggunakan aliran dengan aliran pelan. Sistem ini memakai listik menjadi penggerak pompa supaya mampu menggunakan mudah mensirkulasi nutrsi ke semua akar tanaman .

DFT hampir sama menggunakan sistem NFT yaitu mensirkulasi namun, dalam sistem ini instalasi yg digunakan nir memakai kemiringan. Bentuk instalasi pada DFT datar sebagai akibatnya dapat mempertahankan air nutrisi buat menggenang. Ketinggian air nutrisi yg menggenang pada pada instalasi kurang lebih 4 – 6 cm. Tingginya air nutrisi mampu pula menggunakan ukuran ¼ berdasarkan pipa yang dipakai.

BACA JUGA :   Desain Aquaponik Yang Sederhana Dan Murah

Jenis flora yang sanggup ditanam serta Tips hidroponik menggunakan sistem ini majemuk, mulai berdasarkan sayuran daun, sayuran butir & bunga. Sayuran daun yang biasa ditanam memakai sistem ini misalnya selada, pakcoy, kangkung, sawi, basil, seledri dll. Sayuran butir yg umumnya memakai sistem DFT seperti mentimun, melon, semangka dan buat bunga.

Kekurangan sistem DFT ini merupakan :

  • Tanaman bisa kekurangan oksigen terlarut sebagai akibatnya membentuk pertumbuhan tumbuhan terganggu.
  • Resiko busuk dalam akar tumbuhan karena jumlah air yang terlalu poly.
  • Dapat terjadi endapan pada pipa menyebabkan poly kasus yang ada.
  • Lebih poly memerlukan nutrisi
  • Tanaman yg terkena virus, fungi, hama dan penyakit akan beredar memakai cepat.

Kelebihan menurut DFT ini adalah :

  • DFT membutuhkan listrik 24 jam atau bisa kurang menurut 24 jam
  • Saat listrik padam tanaman masih bisa pada syarat kondusif karena terdapat genangan nutrisi.
  • Pertumbuhan lebih optimal lantaran unsur hara nutrisi lebih tercukupi.
  • Tanaman yang memakai sistem DFT mempunyai umur panen yg lebih cepat.
  • Hasil panen tanaman mampu lebih seragam.
  • Perawatan dan pemeliharaan lebih mudah.

Jadi, itulah kekurangan dan kelebihan sistem hidroponik DFT.

Demikian penjelasan kami tentang Tips hidroponik dan metode bercocok tanam hidroponik.

semoga bermanfaat untuk Anda semuanya, terimakasih.

Related Articles

Back to top button